FOTO LOKASI STT SAPPI

Tampak Depan STT SAPPI

Lokasi STT SAPPI

Tampak Kebun Belakang STT SAPPI

LOKASI STT SAPPI

Hall Tempat Makan Bersama

Lokasi Bagian Belakang STT SAPPI

Lahan Kebun Pertanian

Lokasi Peternakan 20 STT SAPPI

Lokasi Ternak Kambing

Lokasi Rumah Jamur STT SAPPI

Lokasi Tempat Tanam Jamur

Minggu, 31 Desember 2017

BERITA DUKA CITA

Telah kembali kepada Bapa di Surga, kekasih kami Bpk Dr. Ir. Kartiarso, M.Sc pada hari Minggu 31 Desember 2017.
Kami keluarga besar STT SAPPI Ciranjang, Cianjur turut berduka cita sedalam-dalamnya, kiranya Tuhan memberi kekuatan dan penghiburan kepada keluarga (Ibu Didiek, Trixi dan keluarga).

Keluarga Besar STT SAPPI
Pengurus YMPD


Selasa, 21 Maret 2017

Dosen SAPPI



Nama Dosen      : Sunarto
Pengajar bidang:  Pembimbing Teologi Sistematik,
                             Sejarah Gereja Umum, Homiletika,
                             PB Kisah Para Rasul, PB Surat-surat Paulus,
                             Metodologi penelitian








Nama Dosen      : Hadi P. Sahardjo
Pengajar bidang :  Eksegese,Liturgika,Oikumenika,Etika Kristen, PAK,
                              Keluarga Kristen, Teologi Sistematika ,
                              PB Kitab Wahyu, Psikologi Pendidikan,
                              Pastoral Konseling







Nama Dosen     : Nenny Natalina Simamora
Pengajar bidang: Filsafat Kristen, Injil Sinoptik, Etika Kristen,
                            PB Surat-surat Umum,









Nama Dosen        : Aeron Frior Sihombing
Pengajar bidang   :Filsafat Kristen, PB Injil Sinoptik, Etika Kristen,
                              PB Surat-surat Umum, Filsafat Kristen






Selasa, 29 Oktober 2013

Tes Psikologi Serta Tes Bakat dan Karunia

Tes psikologi untuk mahasiswa tingkat 1 dan 2 yang dikoordinir oleh
LPPM STT SAPPI telah diadakan pada Kamis, 7 Maret 2013. Tes piskologi
ini dilakukan oleh tim profesional dari Bandung. Dari hasil tes
psikologi tersebut diharapkan dapat diperoleh data profil kepribadian
dan psikologi mahasiswa, khususnya yang berkaitan dengan proses
pembelajaran dan pembentukan karakter hamba Tuhan selama mahasiswa
studi di STT SAPPI. Sedangkan tes bakat dan karunia untuk semua
mahasiswa dilakukan pada Jumat, 8 Maret 2013. Tes tersebut dilakukan
oleh Dr. Hadi P. Sahardjo, M.Th.

Kegiatan BLK

Kegiatan BLK dilakukan oleh mahasiswa Tingkat 1 s/d Tingkat 3. Pada
semester genap TA 2011/2012, ada 8 jenis kegiatan BLK, yaitu
Elektronika Praktis, Salon dan Tata Rias, Perikanan, Peternakan, Musik
Dasar, Budidaya Jamur Tiram, Teknologi Pengolahan Pangan, Budidaya
Tanaman Hortikultura, dan Pengembangan Media Pembelajaran. BLK
Pengembangan Media Pembelajaran merupakan bidang BLK yang baru, dengan
tujuan memperlengkapi mahasiswa dengan keterampilan untuk kreatif
dalam mengembangkan media pembelajaran, baik di gereja, di sekolah,
maupun di masyarakat.

POKOK DOA

1. Ucapan syukur
· Mengucap syukur untuk penyertaan Tuhan atas keluarga besar STT SAPPI
dalam seluruh program dan kegiatan yang telah berjalan selama ini,
secara khusus untuk program peningkatan mutu administratif dan proses
belajar mengajar yang bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang
bermutu dan kompeten dibidangnya.
2. Pimpinan dan staf:
· Berdoa agar Tuhan senantiasa dan mengaruniakan hikmat dan kekuatan
kepada para pemimpin dalam mengelola STT SAPPI, sehingga dapat
berkembang dan berkualitas setara dengan standard perguruan tinggi
pada umumnya.
· Berdoa agar para staf memiliki komitmen yang teguh dan
berkonsentrasi penuh pada tugas dan tanggungjawab yang dipercayakan,
sehingga dengan demikian tujuan untuk mempersiapkan dan memperlengkapi
mahasiswa menjadi hamba Tuhan yang berkarakter Kristus dapat terwujud.
· Berdoa untuk staf pengajar yang sedang menempuh pendidikan untuk
jenjang yang lebih tinggi, agar dapat menyelesaikan studi tepat waktu
dan kelak dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam
peningkatan mutu pembelajaran di STT SAPPI.
· Berdoa secara khusus untuk Bapak dan Ibu Asrama, agar diberikan
kekuatan dan kesabaran dalam mengelola asrama dan mengembalakan
mahasiswa yang tinggal di asrama, agar mahasiswa juga dapat belajar
memiliki kehidupan seorang hamba Tuhan yang baik.
· Berdoa juga untuk kebutuhan Bapak dan Ibu Asrama yang baru untuk
mengantikan Bapak Ibu Asrama yang lama, agar Tuhan memberikan beban
khusus kepada hamba-hamba-Nya yang terbeban dan terpanggil.
3. Pengurus YMPD:
· Berdoa untuk pengurus YMPD, agar Tuhan memberikan kekuatan dan
kemampuan untuk mengayomi STT SAPPI dan seluruh personel yang ada
didalamnya dan mengarahkan dan mengusahakan kemajuan STT SAPPI sesuai
dengan kehendak Tuhan.
· Berdoa agar pengurus di tengah pekerjaan dan pelayanan yang tidak
mudah ini diberikan Tuhan kekuatan dan kesanggupan dalam pengembangan
pelayanan di STT SAPPI.
4. Mahasiswa Praktik:
· Berdoa untuk mahasiswa praktik 1 tahun yang sedang melayani di
berbagai daerah, antara lain: Bambang Setiawan (GKRI Negeri Siginem
Bengkulu), Darinila Gea (GKKA Kutai, Kalimantan Timur), Delyana L.
Parura (Yayasan Mitra Pelayanan Tuhan Kalimantan Selatan), Febriaman
Gea (BNKP Gunung Sitoli, Nias, Sumatera Utara), Prihatin (GKMI
Ngabang, Kalimantan Barat), Wahono (GPPIK Anik, Kalimantan Barat), dan
Yosi Darmawan (GKI Parepare Pos PI Mamuju, Sulawesi Barat) dan Yos
(GTM Mamasa, Sulawesi Barat).
· Berdoa secara khusus bagi Sdri.Prihatin, agar senantiasa
bersukacita, semakin sehat dan kuat, karena selama ini mengalami
penurunan badan yang drastis.
· Berdoa secara khusus untuk Sdr.Wahono yang beberapa waktu lalu
mengalami sakit dan harus beristirahat beberapa lama, supaya
kesehatannya dipulihkan dan tetap kuat.
· Berdoa secara khusus untuk Sdri.Darinila Gea yang baru mengalami
kedukaan, karena ayahnya dipanggil oleh Bapa di surga, agar ia beroleh
penghiburan dan kekuatan dari Tuhan.
· Berdoa secara khusus untuk Sdr.Yos yang baru memasuki ladang
pelayanan pada awal Januari 2013 ini, agar diberi kekuatan dan
ketekunan dalam melayani dan menggembalakan jemaat yang cakupannya
sangat luas di Mamasa Sulawesi Barat.
5. Mahasiswa
· Berdoa untuk seluruh mahasiswa STT SAPPI mulai dari tingkat pertama
sampai tingkat terakhir (mahasiswa yang sedang menulis tugas akhir),
agar terus-menerus bertumbuh dalam pengenalan akan Allah dan memiliki
karakter seperti Kristus.
· Berdoa agar seluruh mahasiswa dapat meningkatkan kapasitas dan
kapabilitas dalam segi akademis, keterampilan dan sikap hati melalui
sarana pelayanan dan pembinaan yang terangkai dengan seluruh aktivitas
pembelajaran di kampus STT SAPPI. Dengan demikian seiring dengan
peningkatan mutu STT SAPPI sebagai perguruan tinggi teologi, demikian
juga para mahasiswa mengalami peningkatan dalam segala aspek.
· Berdoa agar para mahasiswa terus menggumuli panggilannya, dan agar
Tuhan mengaruniakan beban pelayanan yang kuat dan rela berkorban untuk
menjangkau jiwa-jiwa di pedesaan bagi Kristus.
6. Keuangan:
· Bersyukur untuk terobosan pendanaan yang Tuhan anugerahkan, sehingga
kebutuhan-kebutuhan STT SAPPI dapat tercukupkan sampai hari ini.
· Berdoa untuk para donatur dan sponsor mahasiswa, agar terus dipakai
oleh Tuhan dalam mengelola dan menyalurkan donasi bagi setiap
mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di STT SAPPI dan STT
lainnya.
· Berdoa untuk kebutuhan akan sponsor/donatur bagi mahasiswa yang
belum mendapatkan dukungan pembiayaan studi mereka di STT SAPPI,
khususnya mahasiswa Tk.1
7. Pelayanan Weekend:
· Berdoa agar hubungan baik terus terjalin antara STT SAPPI dengan
masyarakat sekitar kampus, melalui pelayanan weekend mahasiswa di
beberapa Gereja dan sekolah, serta melalui pemberdayaan masyarakat,
melalui pembinaan dan pelatihan dari staf dan atau mahasiswa STT
SAPPI.
8. Keamanan Lingkungan:
· Berdoa agar seluruh keluarga besar STT SAPPI dapat menjaga kesaksian
hidup dan menjadi berkat bagi lingkungan sekitar kampus.
· Berdoa agar Tuhan senantiasa memberikan perlindungan bagi keluarga
besar STT SAPPI dari setiap bentuk yang dapat mencelakakan dan
mengancam keamanan.
9. Saudara Seiman:
· Berdoa untuk saudara-saudara seiman di sekitar kampus, yang imannya
lemah, agar mendapat kekuatan dari Tuhan untuk tetap bertahan dari
setiap upaya-upaya pihak tertentu yang mencoba membuat mereka beralih
imannya kepada keyakinan lain dengan iming-iming uang dan harta benda
lainnya.
10. Pemerintah:
· Berdoa secara khusus untuk pemilihan kepala desa Kerta Jaya, desa di
mana kampus STT SAPPI berada, yang akan berlangsung awal tahun 2013,
agar Tuhan menetapkan seorang pemimpin yang dapat mengayomi seluruh
warga masyarakat yang ada di Desa Kerta Jaya.

11. Pembangunann Sarana dan
Prasarana
· Berdoa untuk kelancaran pembangunan beberapa fasilitas di kampus STT
SAPPI, seperti perpustakaan, kelas, asrama dan ruang makan, agar Tuhan
memberkati proses pembangunan ini dan Tuhan mencukupkan segala
kebutuhan yang diperlukan untuk mewujudkan sarana-sarana tersebut.
· Berdoa untuk Panitia Pembangunan dan perancang bangunan serta para
tukang, agar beroleh kekuatan dari Tuhan dan dapat bekerja sama dengan
baik. Amin.

Pelatihan Langham Preaching Program

LPPM STT SAPPI – Himateo bekerja sama dengan Tim Langham Indonesia
telah melaksanakan Langham Preaching Program Tahap I pada Senin-Kamis,
11-14 Februari 2013. Pelatihan ini diikuti oleh mahasiswa tingkat 2
sampai tingkat 4, staf dosen, dan juga beberapa utusan gereja di
sekitar kampus. Tim fasilitator terdiri dari Ibu Beatris Pangala, Ibu
Ratna Harianto, Ibu Didik Kartiarso, Ibu Paw Liang, Pdt. John
Gunthrope, Bpk. Kartiarso, Bpk. Amos Liem, Bpk. Hamdani, Bpk. Armin
Keller, dan dipimpin oleh Ibu Rosemary Aldis dari Wales. Materi yang
disampaikan dalam pelatihan tersebut antara lain: Intisari Pelayanan
Langham, Mengamati dan Memahami Perikop Alkitab, Rangkaian Belajar
(Pribadi, Kelompok, Pleno), Dari Perikop Alkitab ke Khotbah,
Memberitakan Alkitab secara Keseluruhan, Mengevaluasi Khotbah,
Integritas Pengkhotbah, Keyakinan-Keyakinan Dasar, Membangun Jembatan
antara Dunia Alkitab dan Dunia Modern, Membangun Kelompok Pengkhotbah
Alkitabiah, dan Khotbah Eksposisi. Dalam pelatihan tersebut peserta
diajak untuk mempersiapkan khotbah dan mengevaluasi khotbah dengan
pedoman "Sejevan" yang artinya "setia pada teks, jelas, dan relevan".
Tindak lanjut dari pelatihan tahap pertama ini adalah pembentukan 8
kelompok pengkhotbah alkitabiah. Kelompok-kelompok pengkhotbah
alkitabiah ini diharapkan dapat secara rutin mengadakan pertemuan dan
mengasah keterampilan mereka, serta meneruskan keterampilan tersebut
sehingga berguna bagi banyak orang lainnya.

Prinsip mendidik Ala Salomo | DR. Hadi P. Sahardjo

Kita tahu bahwa pendidikan itu berlangsung seumur hidup, sejak bayi
masih dalam kandungan hingga pada saat ajal menjelang. Mungkin banyak
yang tidak menyadari bahwa pendidikan itu sebenarnya merupakan mandat
langsung dari Tuhan. Kita akan membahas soal itu melalui sebagian
tulisan Salomo yang terkait dengan soal pendidikan.

Akar Permasalahan

Hampir semua orang setuju bahwa pendidikan adalah hal yang sangat
penting dalam rangkaian kehidupan manusia. Firman Tuhan jelas
mengajarkan kepada kita betapa pentingnya pendidikan itu. Salah satu
buku dalam Alkitab yang banyak menekankan soal pendidikan adalah Kitab
Amsal, yang berisi banyak sekali nasihat, perintah dan dorongan agar
manusia mencintai hikmat dan didikan. Karena "Takut akan Tuhan adalah
permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan
didikan"(Amsal 1:7). Kemudian dalam Amsal 16 : 16 juga tertulis,
"Memperoleh hikmat sungguh jauh melebihi memperoleh emas, dan mendapat
pengertian jauh lebih berharga daripada mendapat perak". Selanjutnya
dalam Amsal 22:6 menulis demikian "Didiklah orang muda menurut jalan
yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang
dari pada jalan itu." Melalui ayat-ayat ini kita melihat jelas bahwa
Tuhan mengajarkan kepada kita tentang pendidikan sebagai sesuatu yang
sangat bernilai sehingga patut mendapatkan perhatian yang serius.
Pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan, karena hidup itu
sesungguhnya merupakan proses belajar yang berlangsung secara terus
menerus. N. P. Wolterstorff pernah menuliskan bahwa proses belajar
tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia, karena dalam kehidupan
ini manusia pasti selalu diperhadapkan dengan perubahan yang terjadi
dan dengan demikian manusia berada dalam tekanan untuk mampu bertahan
dan mencapai kepenuhan hidup di tengah perubahan tersebut. Pendidikan
sangat terkait dengan peningkatan kualitas hidup seseorang, baik
secara lahiriah maupun batiniah. Pendidikan adalah ciptaan Allah
sendiri, bukan inisiatif manusia. Itulah sebabnya maka Alkitab
mengajarkan kepada kita betapa pentingnya pendidikan itu, jauh
melebihi emas dan perak, jauh lebih besar nilainya jika dibandingkan
dengan kekayaan materi.

Apa yang Ditawarkan oleh Gereja dan Kekristenan Masa Kini?

Baru-baru ini Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Blitar mengirim
surat rekomendasi kepada Walikota Blitar agar menutup 5 (lima) sekolah
Katolik dari berbagai tingkatan di kota tersebut. Alasannya karena
enampuluh persen muridnya beragama non Katolik/Kristen. Mereka minta
supaya disediakan guru agama sesuai dengan agama murid (baca: Islam),
tetapi tidak disetujui oleh pihak sekolah, karena sebelumnya mereka
sudah menandatangani persetujuan untuk mengikuti pelajaran agama yang
diajarkan di sekolah tersebut yang berdasarkan iman Katolik. Oleh
karena itu, Walikota Blitar belum berani mengeksekusi rekomendasi
tersebut, karena di samping menutup suatu institusi pendidikan yang
berbadan hukum tetap dan dilindungi oleh Undang-undang, itu juga bukan
wewenangnya. Ditambah dengan pertimbangan dan fakta bahwa
sekolah-sekolah itu telah berjasa bagi peningkatan mutu pendidikan di
kota Blitar dan telah meluluskan ribuan alumni. Pada kenyataannya,
murid yang beragama Islam memang tetap keluar sebagai murid Islam,
karena memang tidak ada program kristenisasi atau katolikisasi di
sekolah tersebut. Tetapi benar, bahwa pengajaran agama di sekolah
tersebut memang disesuaikan dengan misi pendidikan sekolah
Katolik—bahwa pendidikan dan sekolah merupakan wujud kehadiran gereja
di dalam dunia—namun tidak ada pemaksaan bagi para murid untuk
memeluk agama Katolik.
Sebenarnya ada juga di daerah tertentu di mana sekolah-sekolah Kristen
diwajibkan menyediakan guru agama sesuai dengan kepercayaan murid—yang
memang ada ketentuan seperti itu, meskipun sebenarnya juga sangat
dipaksakan. Inilah sebuah pergumulan bagi lembaga-lembaga pendidikan
kristiani. Masalahnya adalah, apakah benar bahwa sekolah Kristen (dan
Katolik) harus menyediakan guru agama untuk murid-murid yang bukan
Kristen? Kalau memang ya, lalu apa bedanya antara sekolah Kristen (dan
Katolik) dengan sekolah-sekolah lainnya? Lalu bagaimana pula kita bisa
melakukan dan mempertanggungjawabkan amanat Tuhan Yesus yang antara
lain adalah untuk "mengajar" segala sesuatu yang diperintahkan kepada
para murid-Nya (Matius 28:20)? Bagaimana pun pendidikan (agama)
Kristen itu penting, dan harus dilakukan. Sekolah Kristen tanpa
pendidikan (agama) Kristen sama saja bohong. Lebih baik label
"Kristen" itu dicopot dan dijadikan saja sekolah umum yang
berorientasi profit.

Belajar Pendidikan dari Salomo

Berkaitan dengan hal tersebut di atas, maka melalui kitab Amsal,
khususnya Amsal 22:6 tadi kita akan membahas beberapa prinsip mendasar
soal pendidikan dan mendidik anak:

Pertama: Inti (core)nya adalah mendidik.
Bahasa Ibrani yang dipakai untuk "mendidik" dalam ayat ini adalah
khanak atau chanak yang bisa diterjemahkan sebagai melatih (to
train). Berarti satu usaha yang sungguh-sungguh dan dilakukan dengan
sengaja, agar anak atau murid berubah dari tidak bisa menjadi bisa.
Ada suatu perubahan, dan itu perubahan yang positif. Kata kerja
imperatif (didiklah) yang dipakai di sini berarti bahwa mendidik itu
adalah suatu usaha yang disengaja. Bukan sekedar sebagai suatu
alternatif yang boleh "ya" dan boleh "tidak," melainkan sebagai suatu
keharusan yang bersifat mutlak. Jadi tidak ada alasan bagi orangtua
atau pendidik untuk tidak mendidik anak atau muridnya.

Kedua: Subjek didikan
Dalam Amsal 22 dikatakan bahwa yang harus dididik adalah "orang muda"
yang diterjemahkan dari bahasa Ibrani na'ar atau bisa diterjemahkan
dengan child atau youth. Istilah ini tepat sekali. Bukan berarti bahwa
anak-anak atau orang dewasa tidak perlu dididik. Karena prinsip
pendidikan adalah berlaku seumur hidup, sejak lahir (bahkan pranatal)
hingga dewasa-tua, sebelum meninggal. Tetapi mengapa Alkitab
menekankan pada "orang muda"? Karena orang muda, berada pada
persimpangan, antara anak-anak dan orang dewasa. Masih berada pada
masa pertumbuhan, pencarian identitas diri. Masa yang rentan terhadap
berbagai pengaruh negatif. David Kinnaman dalam bukunya You Lost Me
mengatakan bahwa banyak orang muda berusia 18-29 tahun yang
meninggalkan gereja, bahkan tidak mau percaya kepada Tuhan. Mengapa?
Karena mereka kurang mendapatkan "didikan" untuk takut akan Tuhan.
Mungkin pula mereka ini masih terlalu terobsesi pada soal idealisme.
Pengetahuan dan masa depan lebih penting daripada "takut akan Tuhan."
Padahal seharusnya takut Tuhan terlebih dahulu baru kemudian
pengetahuan akan diperolehnya (Amsal 1:7). Karena itu masa muda adalah
masa yang paling menentukan.

Ketiga: Materi pembelajaran
Apakah materi pembelajarannya? Materinya adalah "jalan yang patut
baginya" (Ing.: the way he should go): Apakah jalan yang patut
baginya, atau the way he should go itu? Tidak lain adalah
pengajaran-pengajaran yang berhubungan dengan soal moral, etika, budi
pekerti dan iman kepada Tuhan melalui firman-Nya. Tepat seperti yang
dikatakan oleh Rasul Paulus yang terangkum dalam satu kalimat,
"didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan" (Efesus 6:4). Jadi
pendidikan yang benar haruslah yang berhubungan dengan soal hidup dan
kehidupan; dan itu dilakukan dengan cara "mendidik anak-anak dalam
ajaran dan nasihat Tuhan". Oleh karena itu, hal ini sangat tergantung
dari sejauh mana orang tua atau guru mendidik anak dalam Tuhan, maka
sejauh itu pula anaknya akan hidup di dalam Tuhan.

Keempat: Alat (tools) pembelajaran.
Pada ayat-ayat tersebut memang tidak secara eksplisit disebutkan
tentang alat pendidikan, dalam hal ini yang penulis maksudkan adalah
kurikulum. Dalam pendidikan, kurikulum bisa berfungsi sebagai goal,
tetapi sekaligus juga bisa berfungsi sebagai tool. Tergantung dari
mana kita memandang dan memaknainya. Sebagaimana kita ketahui bahwa
penyampaian materi pembelajaran ini bisa dilakukan secara langsung
maupun tidak langsung. Secara terstruktur maupun secara implisit.
Penyampaian secara langsung dan terstruktur (khususnya yang dilakukan
di sekolah maupun gereja—misalnya katekisasi) itulah yang di dalam
dunia pendidikan disebut dengan Kurikulum Aktual (Actual Curriculum)
bisa juga disebut sebagai Kurikulum yang Eksplisit (Expicit
Curriculum); merupakan kurikulum yang telah terdokumentasikan dalam
bentuk silabus, dokumen kebijakan sekolah (bisa juga di gereja), atau
proyek kurikulum. Di sini terdapat interaksi langsung yang diciptakan
oleh seorang guru (pendidik) terhadap murid (peserta didik). Pendidik
bisa mengajarkan mata pelajaran tertentu dengan tahapan-tahapan
tertentu dengan tujuan (goal) yang telah ditetapkan oleh institusi.
Termasuk di dalamnya adalah pendidikan moral atau budi pekerti dan
soal keagamaan. Oleh karena itu, gereja-gereja yang juga
menyelenggarakan program pendidikan keagamaan secara berkesinambungan
dan terstruktur seperti halnya katekisasi, dan program-program
pembinaan lainnya, seharusnya juga mengikuti kaidah-kaidah tersebut.
Tetapi pada praktiknya, ternyata pendidikan yang dilakukan secara
tidak langsung seringkali justru memiliki pengaruh yang secara
diam-diam, bertahap, perlahan tapi pasti—bisa sangat berpengaruh
terhadap kehidupan anak. Dalam dunia pendidikan kita mengenalnya
dengan sebutan Kurikulum Tersembunyi (Hidden Curriculum) yang juga
sering disebut sebagai Kurikulum Implisit (Implicit Curriculum).
Disebut demikian, karena ini merupakan kurikulum tersembunyi yang
berhubungan dengan hasil yang diperoleh seorang anak melalui interaksi
dengan sesama, guru atau orang tua dalam pengalaman kehidupan mereka
sehari-hari. Apa yang diamati, didengar, dirasakan, perlakuan yang
diterimanya dalam kehidupan sehari-hari, itulah yang akan
memengaruhinya. Artinya, jika orang tua tidak bisa melakukan apa yang
diucapkan, lebih baik jangan mengatakan hal itu kepada anaknya.
Keteladanan itu penting (1Korintus 11:1). Ingat pepatah: "guru kencing
berdiri, murid kencing berlari?" itulah hidden curriculum.

Kelima: Hasil yang dicapai.
Hasil atau perolehan apakah akan dicapai? Ayat ini mengatakan dengan
sangat jelas. "Tidak akan menyimpang" atau "tidak akan berbalik" (KJV:
he will not depart from it atau NIV: he will not turn from it). Ini
adalah istilah yang sangat khas dalam bahasa Alkitab, yang menunjukkan
relasi orang percaya dengan Tuhan. Ini tidak berbicara soal kekinian,
tetapi soal kehidupan yang akan datang, berbicara tentang keakanan dan
kekekalan. Eternity is more than prosperity.
Apa yang diuraikan di atas sangat sejalan dengan prinsip kurikulum
yang harus bisa menjawab empat pertanyaan mendasar yaitu: (1)
Kemanakah peserta didik itu hendak diarahkan? (2) Pengalaman belajar
apakah yang akan diberikan kepada peserta didik? (3) Bagaimanakah
mengorganisasikan pengalaman belajar itu? (4) Bagaimana kita bisa
mengetahui bahwa melalui strategi dan materi pembelajaran itu, peserta
didik telah mencapai tujuan yang diharapkan?
Oleh karena itu, menjadi semakin jelas, bahwa pendidikan Kristen
sebagai suatu institusi harus lebih memusatkan perhatian pada
pembentukan karakter dan moral anak didik bagi transformasi sosial
lebih dari "sekedar" menciptakan manusia yang cerdas. Sebaliknya,
untuk menjadikan seorang anak agar memiliki perilaku yang benar, hidup
keagamaan yang baik, sungguh-sungguh memiliki hidup beriman kepada
Tuhan Yesus, peran orang tua dan lingkungan sekitar menjadi sangat
penting. Akhirnya perlu diingat, bahwa tugas pendidikan itu
pertama-tama ada dalam keluarga, bukan di sekolah atau gereja. "Dan
kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati
anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan"
(Efesus 6:4).